Model Pastoral Rekonsiliatif melalui Sakramen Tobat bagi Remaja Katolik di Pedesaan dalam Merespons Kecemasan Moral di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.61589/ck0fqk80Kata Kunci:
Sacrament of Reconciliation, moral anxiety, reconciliatory pastoral, Catholic adolescents, digital cultureAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Pastoral Rekonsiliatif melalui Sakramen Tobat bagi remaja Katolik di pedesaan dalam merespons kecemasan moral pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk memahami pengalaman hidup remaja dalam memaknai Sakramen Tobat. Penelitian dilaksanakan di Stasi Santo Yosef Freinademetz Lewolera, Paroki Santo Wilhelmus Lodoblolong, Keuskupan Larantuka, dengan melibatkan 12 informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas sepuluh remaja, seorang katekis, dan seorang pastor paroki. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan moral remaja terbentuk oleh interaksi antara pengalaman personal, lemahnya keteladanan keluarga, keterbatasan pendampingan pastoral, dan tekanan budaya digital yang mendorong penghindaran terhadap Sakramen Tobat. Berdasarkan sintesis fenomenologis, penelitian ini menghasilkan Model Pastoral Rekonsiliatif yang mengintegrasikan katekese kontekstual, pendampingan personal, penguatan keluarga sebagai Ecclesia Domestica, pemberdayaan komunitas Orang Muda Katolik, dan pembiasaan penerimaan Sakramen Tobat sebagai pendekatan pastoral yang mendukung rekonsiliasi integral dan pembentukan karakter Kristiani remaja di pedesaan.
Kata Kunci: Sakramen Tobat; kecemasan moral; pastoral rekonsiliatif; remaja Katolik; budaya digital.
Unduhan
Referensi
Alli, D., & Haan, J. U. D. (2025). Dinamika Iman dan Identitas Kristen pada Remaja: Tantangan dan Peluang di Era Digital. THEOSEBIA: Journal of Theology, Christian Religious Education and Psychospiritual, 2(2), 31–43. https://doi.org/10.70420/theosebia.v2i2.122 DOI: https://doi.org/10.70420/theosebia.v2i2.122
Connors, R. (2023). The Riches of God’s Mercy: Five Neglected Truths about the Sacrament of Penance. Antiphon: A Journal for Liturgical Renewal, 27(3), 333–348. https://doi.org/10.1353/atp.2023.a916119 DOI: https://doi.org/10.1353/atp.2023.a916119
Donobakti, Y. A., Bancin, T. C., & Sinaga, R. (2024). Pengalaman Umat Katolik di Keuskupan Padang akan belas kasih Allah dalam sakramen Tobat. LOGOS, 114–135. https://doi.org/10.54367/logos.v21i1.3422 DOI: https://doi.org/10.54367/logos.v21i1.3422
Fajariyanto, T. C., & Sihombing, M. F. (2024). The Implementation of Repentance, Confession, and Penance in the Sacrament of Reconciliation at Stasi Santo Thomas Onan Rihit. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 4(2), 180. https://doi.org/10.22373/arj.v4i2.24014 DOI: https://doi.org/10.22373/arj.v4i2.24014
Giuliani, E. (2025). Un approccio teologico-morale al sacramento della penitenza. La Scuola Cattolica, 129-155 Seiten. https://doi.org/10.82477/SC.V153I1.2046
Indra, A. (2024). Sakramen Rekonsiliasi sebagai Sarana Pengudusan: Telaah atas Fenomena Umat dalam Menerimanya di Paroki Santa Maria Fatima Sentul. FOCUS, 5(2), 99–110. https://doi.org/10.26593/focus.v5i2.8356 DOI: https://doi.org/10.26593/focus.v5i2.8356
Joeracel Didulo. (2025). Youth and Synodality in a Globalized Context: The Catholic Church’s Response to New Challenges. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.30813.73443
John Paul II. (1999). Apostolic Exhortation Ecclesia In Asia [Document]. Libreria Editrice Vaticana.
Miles, M., Michael, H., & Johnny, S. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (Vol. 1). SAGE Publications.
Morales, L., & Torres, C. (2025). Identifying the Role of Digital Self-Presentation in Adolescent Identity Formation. Journal of Adolescent and Youth Psychological Studies, 6(11), 1–8. https://doi.org/10.61838/kman.jayps.4746 DOI: https://doi.org/10.61838/kman.jayps.4746
Nainggolan, P., & Pasaribu, A. G. (2025). Family contribution in children’s faith education amid gadgets and social media. COMPASS: Journal of Education and Counselling, 3(2), 61–71. https://doi.org/10.58738/compass.v3i2.1133 DOI: https://doi.org/10.58738/compass.v3i2.1133
Ott, J., Vonk, J., & Yeater, D. (2026). Faith in Transition: The Complex Interplay of Parent and Peer Influences on Catholic Value Internalization Among College Students. Journal for the Scientific Study of Religion, 65(1), 3–16. https://doi.org/10.1111/jssr.70006 DOI: https://doi.org/10.1111/jssr.70006
Paus Yohanes Paulus II. (2014). Katekismus Gereja Katolik. Nusa Indah.
Rodriguez, D. G. M., & Téllez, L. C. (2020). La dimensión personal del penitente y su condición jurídica en el derecho canónico [Pontificia Universidad Javeriana]. https://doi.org/10.11144/Javeriana.10554.21215 DOI: https://doi.org/10.11144/Javeriana.10554.21215
Saputra, Y., Lamuji, Y., Ebandro, E., Hipir, S. O. R., & Yuswanto, F. (2025). Katekese Kontekstual sebagai Respons Pastoral terhadap Tantangan Budaya Populer dalam Pendidikan Iman Anak dan Remaja Katolik. Jurnal Filsafat Dan Teologi Katolik, 9(1), 60–75. https://doi.org/10.58919/juftek.v9i1.248 DOI: https://doi.org/10.58919/juftek.v9i1.248
Satrio, D. A., Tukan, A. N., & Abatan, Y. (2024). Seruan Apostolik Christus Vivit Terhadap Dampak Negatif Artificial Intelligence Bagi Kaum Muda. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 6(2), 126–134. https://doi.org/10.37364/jireh.v6i2.278 DOI: https://doi.org/10.37364/jireh.v6i2.278
Tibo, P., & Tobing, O. S. L. (2023). The Family as a Domestic Church Becomes the Primary Educator for Children. Indonesian Journal of Educational Science and Technology, 2(2), 195–206. https://doi.org/10.55927/nurture.v2i2.3622 DOI: https://doi.org/10.55927/nurture.v2i2.3622
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Bernadinus Lewa , Yofince Abatan, Antonius I.N Tukan (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







