Gereja Keuskupan Jayapura Partisipasi dalam Misi Allah Tritunggal di Tanah Papua

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.61589/gsjygk83

Kata Kunci:

Gereja; Keuskupan Jayapura; Misi Allah Tritunggal; Partisipasi, Kontekstualisasi

Abstrak

Keuskupan Jayapura merupakan salah satu dari lima keuskupan di Papua. Pusat keuskupan ini terletak di ibu kota Provinsi Papua. Keuskupan Jayapura memiliki 4 dekenat dan 28 paroki. Dalam artikel ini kami akan menyajikan kesaksian penulis berdasarkan pengalaman hidup dan karya beliau di Keuskupan Jayapura. Bila berbicara tentang seluruh proses karya pastoral di Keuskupan Jayapura, tentu saja tidak dapat dilepaskan dari peran para misionaris Fransiskan di Papua. Para misionaris melalui pertolongan Roh Kudus mewartakan Injil Kristus di Keuskupan Jayapura sehingga benih-benih Injil itu masih terasa oleh umat hingga kini kita memiliki seorang uskup asli Papua, Mgr. Yan You, Pr. Dalam tugas memanggil dan mewartakan para misionaris di Keuskupan Jayapura tentu saja tidak berjalan mulus karena banyaknya tantangan dan hambatan yang mereka alami. Dalam situasi demikian para misionaris tidak menyerah karena mereka dituntun oleh Roh Tuhan untuk terus menyebarkan kabar baik kepada sesama. Akhirnya, berkat upaya para misionaris, Keuskupan Jayapura akhirnya terbentuk menjadi Gereja Partikular hingga kini. Berkat karya Roh Kudus, Keuskupan Jayapura dapat berpartisipasi dalam misi Allah Tritunggal di tanah Papua dan kini dipimpin oleh seorang uskup asli Papua, yaitu Mgr. Yan You.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Buku

Beding, Marcel; dkk. 1997. Gereja Indonesia Pasca-Vatikan II: Refleksi dan Tantangan. Yogyakarta: Kanisius.

Bevans, Stephen B. 2002. Model-Model Teologi Kontekstual. Maumere: Ledalero.

Chupungco, Anscar J. 1987. Penyesuaian Liturgi dalam Budaya. Yogyakarta: Kanisius.

Dister, Nico Syukur. 1991. Pengantar Teologi. Yogyakarta: Kanisius.

Knitter, Paul F.. 2008. Pengantar Teologi. Yogyakarta: Kanisius.

Komisi Kateketik KWI. 2007. Seri Murid-Murid Yesus. Yogyakarta: Kanisius.

Koten, Bernard, dkk. 2017. Papua Surga yang Terlantar: Laporan HAM SKP se-Papua 2015-2017. SKPKC Fransiskan Papua.

_____________. 2018. Seri Memoria Passionis No.37: Papua Bukan Tanah Kosong, Beragam Peristiwa dan Fakta HAM di Tanah Papua. SKPKC Fransiskan Papua.

Schreiter, Robert J. 2006. Rancang Bangun Teologi Lokal, Jakarta: Gunung Mulia.

_____________. 1985. Constructing Local Theology, New York: Orbis Books; Terjemahan oleh Stephen Suleeman, Rancang Bangun Teologi Lokal (Jakarta: Gunung Mulia, 1991).

Singgih, E.G. 2000. Berteologi dalam Konteks, Pemikiran-Pemikiran Mengenai Kontekstualisasi Teologi di Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.

Sloot, Jan. 2012. Fransiskan Masuk Papua, Jilid I: Periode Pemerintahan Belanda 1937-1962. Fransiskan Duta Damai Papua: SKPKC Fransiskan Papua.

_____________. 2012. Fransiskan Masuk Papua, Jilid II: Periode Pemerintahan Belanda 1937-1962. Fransiskan Duta Damai Papua: SKPKC Fransiskan Papua.

Sugirtharajah, R.S. (peny.). 1994. Wajah Yesus di Asia. Jakarta: Gunung Mulia.

Wessels, Anton. 2001. Memandang Yesus: Gambar Yesus Dalam Berbagai Budaya. BPK Gunung Mulia: Jakarta.

Karya ilmiah, Dokumen Gereja dan Artikel

Alua, Agus A. 1988. Gambaran Makhluk Ideal Dalam Mitos-Mitos Irian Sebelum dan Setelah Bertemu Kristus. Karya Tulis Ilmiah. Jayapura: STFT.

_____________. 2004. Karakteristik Dasar Agama-Agama Melanesia. Jayapura: Biro Penelitian STFT “Fajar Timur”.

Haluk, Markus. 2005. Aneka Gelar Yesus dalam Kitab Suci Perjanjian Baru dan dalam Gereja Baliem, Upaya Memahami Kristologi Lokal dalam Konteks Gereja di Baliem, Wamena. Skripsi. Abepura: STFT “Fajar Timur”.

Hardawiryana, R. 1993. Dokumen Konsili Vatikan II. Obor: Jakarta.

Keuskupan Jayapura. 2006-2016. Membangun Gereja Mandiri yang Misioner”: Arah Umum Pengembangan Keuskupan Jayapura.

Kitab Hukum Kanonik/KHK/CIC. 1983.

Komisi Teologi Internasional. 2018. “Sinodalitas dalam Kehidupan dan Misi Gereja”, dalam Seri Dokumen Gerejawi, Dokpen KWI, Jakarta: KWI.

Kossay, Theodorus. 2012. Wajah Yesus dalam Budaya Hubula. (Makalah Seminar). Jayapura: Aula Biara Antonius Sentani. (20 Mei).

Logo, Kornelius. 1997. Beberapa Aspek Religi Baliem: Suatu Upaya Mencari Persamaan dan Perbedaan dengan Ajaran-Ajaran Kristiani. Skripsi. Jayapura: STFT.

Pedoman Rumusan Visi-Misi Keuskupan Jayapura yang baru di tetapkan pada Temu Pastoral/TEPAS 27 Januari-2 Februari 2025.

Sondegau, Kleopas. 2013. Menemukan Wajah Yesus dalam Mitos Tokoh Peagabega orang Migani. Skripsi. Jayapura: STFT.

_____________.2018. Mengimani Yesus Kristus melalui Tokoh Peagabega dalam Suku Migani di Papua. Tesis Magister Ilmu Teologi. Fakultas Teologi, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Sondegau, Leonardus R. 1988. Mengimani Kristus Sesuai Pola Budaya Setempat. Skripsi. Jayapura: STFT.

Tebay, Neles. 2012. Menemukan Wajah Kristus dalam Budaya Papua. (Makalah Seminar). Jayapura: Aula Biara Antonius Sentani. (20 Mei).

Diterbitkan

2025-11-19

Cara Mengutip

Gereja Keuskupan Jayapura Partisipasi dalam Misi Allah Tritunggal di Tanah Papua. (2025). Kariwari: Jurnal Pendidikan Agama Katolik Dan Pastoral, 2(1). https://doi.org/10.61589/gsjygk83

Artikel Serupa

1-10 dari 17

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.