Model Pastoral Rekonsiliatif melalui Sakramen Tobat bagi Remaja Katolik di Pedesaan dalam Merespons Kecemasan Moral di Era Digital

Penulis

  • Bernadinus Lewa STIPAS Keuskupan Agung Kupang Author
  • Yofince Abatan STIPAS Keuskupan Agung Kupang Author
  • Antonius I.N Tukan STIPAS Keuskupan Agung Kupang Author

DOI:

https://doi.org/10.61589/ck0fqk80

Kata Kunci:

Sacrament of Reconciliation, moral anxiety, reconciliatory pastoral, Catholic adolescents, digital culture

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Pastoral Rekonsiliatif melalui Sakramen Tobat bagi remaja Katolik di pedesaan dalam merespons kecemasan moral pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk memahami pengalaman hidup remaja dalam memaknai Sakramen Tobat. Penelitian dilaksanakan di Stasi Santo Yosef Freinademetz Lewolera, Paroki Santo Wilhelmus Lodoblolong, Keuskupan Larantuka, dengan melibatkan 12 informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas sepuluh remaja, seorang katekis, dan seorang pastor paroki. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara  mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan moral remaja terbentuk oleh interaksi antara pengalaman personal, lemahnya keteladanan keluarga, keterbatasan pendampingan pastoral, dan tekanan budaya digital yang mendorong penghindaran terhadap Sakramen Tobat. Berdasarkan sintesis fenomenologis, penelitian ini menghasilkan Model Pastoral Rekonsiliatif yang mengintegrasikan katekese kontekstual, pendampingan personal, penguatan keluarga sebagai Ecclesia Domestica, pemberdayaan komunitas Orang Muda Katolik, dan pembiasaan penerimaan Sakramen Tobat sebagai pendekatan pastoral yang mendukung rekonsiliasi integral dan pembentukan karakter Kristiani remaja di pedesaan.

Kata Kunci: Sakramen Tobat; kecemasan moral; pastoral rekonsiliatif; remaja Katolik; budaya digital.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Yofince Abatan, STIPAS Keuskupan Agung Kupang

    Thanks

Referensi

Alli, D., & Haan, J. U. D. (2025). Dinamika Iman dan Identitas Kristen pada Remaja: Tantangan dan Peluang di Era Digital. THEOSEBIA: Journal of Theology, Christian Religious Education and Psychospiritual, 2(2), 31–43. https://doi.org/10.70420/theosebia.v2i2.122 DOI: https://doi.org/10.70420/theosebia.v2i2.122

Connors, R. (2023). The Riches of God’s Mercy: Five Neglected Truths about the Sacrament of Penance. Antiphon: A Journal for Liturgical Renewal, 27(3), 333–348. https://doi.org/10.1353/atp.2023.a916119 DOI: https://doi.org/10.1353/atp.2023.a916119

Donobakti, Y. A., Bancin, T. C., & Sinaga, R. (2024). Pengalaman Umat Katolik di Keuskupan Padang akan belas kasih Allah dalam sakramen Tobat. LOGOS, 114–135. https://doi.org/10.54367/logos.v21i1.3422 DOI: https://doi.org/10.54367/logos.v21i1.3422

Fajariyanto, T. C., & Sihombing, M. F. (2024). The Implementation of Repentance, Confession, and Penance in the Sacrament of Reconciliation at Stasi Santo Thomas Onan Rihit. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 4(2), 180. https://doi.org/10.22373/arj.v4i2.24014 DOI: https://doi.org/10.22373/arj.v4i2.24014

Giuliani, E. (2025). Un approccio teologico-morale al sacramento della penitenza. La Scuola Cattolica, 129-155 Seiten. https://doi.org/10.82477/SC.V153I1.2046

Indra, A. (2024). Sakramen Rekonsiliasi sebagai Sarana Pengudusan: Telaah atas Fenomena Umat dalam Menerimanya di Paroki Santa Maria Fatima Sentul. FOCUS, 5(2), 99–110. https://doi.org/10.26593/focus.v5i2.8356 DOI: https://doi.org/10.26593/focus.v5i2.8356

Joeracel Didulo. (2025). Youth and Synodality in a Globalized Context: The Catholic Church’s Response to New Challenges. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.30813.73443

John Paul II. (1999). Apostolic Exhortation Ecclesia In Asia [Document]. Libreria Editrice Vaticana.

Miles, M., Michael, H., & Johnny, S. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (Vol. 1). SAGE Publications.

Morales, L., & Torres, C. (2025). Identifying the Role of Digital Self-Presentation in Adolescent Identity Formation. Journal of Adolescent and Youth Psychological Studies, 6(11), 1–8. https://doi.org/10.61838/kman.jayps.4746 DOI: https://doi.org/10.61838/kman.jayps.4746

Nainggolan, P., & Pasaribu, A. G. (2025). Family contribution in children’s faith education amid gadgets and social media. COMPASS: Journal of Education and Counselling, 3(2), 61–71. https://doi.org/10.58738/compass.v3i2.1133 DOI: https://doi.org/10.58738/compass.v3i2.1133

Ott, J., Vonk, J., & Yeater, D. (2026). Faith in Transition: The Complex Interplay of Parent and Peer Influences on Catholic Value Internalization Among College Students. Journal for the Scientific Study of Religion, 65(1), 3–16. https://doi.org/10.1111/jssr.70006 DOI: https://doi.org/10.1111/jssr.70006

Paus Yohanes Paulus II. (2014). Katekismus Gereja Katolik. Nusa Indah.

Rodriguez, D. G. M., & Téllez, L. C. (2020). La dimensión personal del penitente y su condición jurídica en el derecho canónico [Pontificia Universidad Javeriana]. https://doi.org/10.11144/Javeriana.10554.21215 DOI: https://doi.org/10.11144/Javeriana.10554.21215

Saputra, Y., Lamuji, Y., Ebandro, E., Hipir, S. O. R., & Yuswanto, F. (2025). Katekese Kontekstual sebagai Respons Pastoral terhadap Tantangan Budaya Populer dalam Pendidikan Iman Anak dan Remaja Katolik. Jurnal Filsafat Dan Teologi Katolik, 9(1), 60–75. https://doi.org/10.58919/juftek.v9i1.248 DOI: https://doi.org/10.58919/juftek.v9i1.248

Satrio, D. A., Tukan, A. N., & Abatan, Y. (2024). Seruan Apostolik Christus Vivit Terhadap Dampak Negatif Artificial Intelligence Bagi Kaum Muda. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 6(2), 126–134. https://doi.org/10.37364/jireh.v6i2.278 DOI: https://doi.org/10.37364/jireh.v6i2.278

Tibo, P., & Tobing, O. S. L. (2023). The Family as a Domestic Church Becomes the Primary Educator for Children. Indonesian Journal of Educational Science and Technology, 2(2), 195–206. https://doi.org/10.55927/nurture.v2i2.3622 DOI: https://doi.org/10.55927/nurture.v2i2.3622

Diterbitkan

2026-09-15

Cara Mengutip

Model Pastoral Rekonsiliatif melalui Sakramen Tobat bagi Remaja Katolik di Pedesaan dalam Merespons Kecemasan Moral di Era Digital. (2026). Kariwari: Jurnal Pendidikan Agama Katolik Dan Pastoral, 3(2), 1-15. https://doi.org/10.61589/ck0fqk80

Artikel Serupa

1-10 dari 17

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.