Implementasi Katekese Model Shared Christian Praxis Untuk Meningkatkan Keterlibatan Orang Muda Katolik Di Stasi Santo Yohanes Rasul Rawa Biru
DOI:
https://doi.org/10.61589/ytkysk18Kata Kunci:
Katekese, Shared Christian Praxis, Orang Muda Katolik, Keterlibatan MenggerejaAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi katekese model Shared Christian Praxis (SCP) untuk meningkatkan keterlibatan Orang Muda Katolik (OMK) dalam kehidupan menggereja di Stasi Santo Yohanes Rasul Rawa Biru. Rendahnya partisipasi OMK (hanya 15% dari 40 anggota aktif) menjadi latar belakang penelitian. Metode kualitatif dengan desain penelitian tindakan partisipatif digunakan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 6 informan, dan dokumentasi pelaksanaan katekese. Model SCP Thomas Groome diterapkan dalam dua pertemuan dengan tema yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan tiga faktor penyebab rendahnya keterlibatan: ekonomi (prioritas mencari nafkah sebagai faktor dominan), internal (kurang motivasi dan percaya diri), dan eksternal (minim dukungan keluarga dan tidak ada pembinaan terstruktur). Implementasi SCP mendapat respons positif meskipun partisipasi terbatas. Peserta menunjukkan perkembangan dari sikap pasif menjadi lebih terbuka dalam berbagi pengalaman. Model SCP efektif meningkatkan kesadaran identitas kristiani, kepercayaan diri, dan komitmen keterlibatan, meskipun dampaknya masih terbatas. Penelitian menyimpulkan bahwa model SCP terbukti efektif namun memerlukan dukungan sistemik dan konsistensi jangka panjang. Model ini menawarkan alternatif katekese yang kontekstual dan partisipatif, mengintegrasikan pengalaman hidup dengan tradisi iman. Rekomendasi meliputi pengembangan program pastoral holistik, peningkatan kapasitas katekis lokal, dan penguatan sistem pendampingan multi-level.
Unduhan
Referensi
Andayanto, Y. K. (2022). Christus Vivit: Menggagas peran orang muda yang transformatif. Media (Jurnal Filsafat Dan Teologi), 3(2), 194–211. https://doi.org/10.53396/media.v3i2.106 DOI: https://doi.org/10.53396/media.v3i2.106
Bezzina, M., Gahan, P., McLenaghan, H., Wilson, G., & Shared Christian Praxis, W. (1997). Shared Christian Praxis as a basis for religious education: The Parramatta experience. http://files.eric.ed.gov/fulltext/ED401266.pdf
Cornelius Arnoldus. (2022). Pendampingan OMK untuk meningkatkan keaktifan dalam kehidupan menggereja di Stasi Yohanes Rasul Rawa Biru Paroki Sota [Skripsi tidak dipublikasikan]. Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke.
Katekis, P., Gereja, D., & Suatu, K. (2024). Peranan katekis dalam gereja katolik suatu tinjauan yuridis-pastoral. Jurnal Teologi dan Pastoral, 21(2), 77–88.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru. UI Press.
Moleong, L. J. (2014). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Natalia, F. C., & Tarihoran, E. (2024). Media digital sebagai sarana katekese zaman ini. Agape: Jurnal Penelitian Kateketik, VIII(2), 29–41. https://doi.org/10.53949/arjpk.v8i2.16
Prinando, M. K., Adinuhgra, S., Maria E.W, P., & Ariyani, W. (2021). Kesadaran dan keterlibatan umat dalam hidup menggereja di Stasi St. Theresia Km.26 Patas I. Sepakat: Jurnal Pastoral Kateketik, 7(2), 59–68. https://doi.org/10.58374/sepakat.v7i2.59 DOI: https://doi.org/10.58374/sepakat.v7i2.59
Simanjuntak, R. M., Maramis, J., & Soegijono, H. (2022). Hidup menggereja dalam relasi sosial pluralistis. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia, 4(2), 383–393. DOI: https://doi.org/10.46929/graciadeo.v4i2.116
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sumaryanto, T. O., & Firmanto, A. D. (2021). Katekese penghayatan ekaristi dalam tradisi kenduri umat Paroki Maria Ratu Damai Purworejo Malang: Analisis shared praxis approach menurut Thomas H. Groome. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 21(2), 1–20. https://doi.org/10.34150/jpak.v21i2.292 DOI: https://doi.org/10.34150/jpak.v21i2.292
Ummah, S. (2019). Katekese kontekstual dalam membangun gereja sebagai umat Allah. Jurnal Kateketik dan Pastoral, 4(1), 45–58.
Upenieks, L. (2024). Catholic sacraments of initiation and religious/spiritual pathways to well-being in emerging adulthood: Longitudinal evidence from the United States. Review of Religious Research, 66(4), 487–512. https://doi.org/10.1177/0034673X241286153 DOI: https://doi.org/10.1177/0034673X241286153
Ushuluddin, F. (2023). Peran orang muda Katolik dalam meningkatkan intensitas ibadah di unit pastoral Hati Kudus Yesus Sukoharjo. Jurnal Pastoral dan Kateketik, 5(1), 112–125.
Wijaya, A. I. K. D. (2019). Identitas seorang katekis profesional dewasa ini. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 19(1), 15–27. https://doi.org/10.34150/jpak.v19i1.225 DOI: https://doi.org/10.34150/jpak.v19i1.225
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Fitalia Yadao Kabujai, Yohanes Hendro Pranyoto, Dedimus Berangka (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







